Cara Install Ulang Windows 10 Menggunakan Rufus Secara Lengkap

Proses Install ulang pakai rufus ini saya urutkan supaya aman, agar meminimalisir kehilangan data atau kesalahan saat anda melakukan prosesnya dan hasil instalasinya juga menjadi optimal. Fyi, salah satu kelebihan yang saya suka dari rufus yaitu bisa bypass syarat untuk install Windows 11.


Persiapan yang harus anda lakukan (PENTING)

Backup semua data pribadi anda yang ada di drive C, seperti:

  • Dokumen (Desktop, Documents, Downloads)
  • Foto & video
  • File kerjaan / project
  • Bookmark browser: (Chrome/Edge: login akun Google/Microsoft)

Apapun itu data yang menurut anda PENTING, Pastikan SEMUA sudah diamankan ke media penyimpanan/storage berbeda (selain drive C).

Media backup yang bisa anda gunakan

  • HDD/SSD eksternal
  • Cloud (Google Drive / OneDrive)

Cara agar tidak melakukan kesalahan saat menghapus partisi Drive C

Saya melakukan rename (ganti nama) local disk C (yang berisi windows)
Caranya: buka This PC > pilih local disk C > klik kanan > pilih rename.

Anda juga bisa mengikutinya, ganti ke nama yang mudah anda ingat, supaya nanti tidak kesulitan saat memilih partisi C yang akan diformat untuk di isi windows yang baru.

Kenapa hal ini dibutuhkan, karena jika anda salah menghapus partisi yang tidak semestinya, seperti drive D atau E mungkin disitu berisi data pribadi, konsekuensi nya cukup fatal bisa menyebabkan anda kehilangan data secara permanen.


Jangan lupa juga untuk mencatat spesifikasi & driver penting dari PC/laptop anda (antisipasi kalau nanti kesulitan), seperti:

Siapkan installer windows (Bootable USB) yaitu:

  • Flashdisk minimal kapasitas 8 GB (kosong). namun, saya sarankan setidaknya pakai yang kapasitas 16 GB saja.
  • PC/laptop dengan internet.

Langkah selanjutnya unduh file yang diperlukan

  • Unduh file ISO windows yang akan anda gunakan dari website resmi Microsoft
  • Unduh juga software Rufus di website resmi mereka

Proses pembuatan bootable windowsnya

  • Pasang flashdisk/flashdrive yang mau dijadikan bootable, lalu pastikan sudah terbaca di PC/laptop anda
  • Lalu buka software Rufus yang sudah anda unduh tadi
Tampilan utama rufus
main interface rufus

Keterangan:

  • Device: Pastikan flashdisk anda sudah terbaca di Rufus.
  • Boot selection: Pilih file ISO yang ingin anda gunakan dengan meng-klik tulisan SELECT, lalu cari difolder mana anda menyimpan nya, jika sudah dipilih tekan open, maka file ISO otomatis masuk kedalam Rufus.
  • Partition scheme: Sesuaikan dengan Local disk C di PC/laptop anda, caranya:

Lewat Disk Management

  1. Pencet di keyboard tombol Win + X
  2. Pilih Disk Management
  3. Terus klik kanan di Disk 0 (atau disk tempat Windows anda terinstall)
  4. Pilih Properties
  5. Lalu masuk ke tab Volumes
  6. Lihat Partition style nya: GUID Partition Table (GPT) atau Master Boot Record (MBR)
    lalu sesuaikan dengan yang di rufus nya.

Biasanya Disk 0 itu disk utama yang berisi Windows

Bisa juga cek lewat Command Prompt (CMD)

  1. Pencet di keyboard tombol Win
  2. Ketik CMD lalu Enter
  3. Kalau tampilan CMD sudah terbuka ketik: diskpart
    terus pencet Enter
  4. Ketik lagi: list disk
    terus pencet Enter lagi
  5. Lalu lihat di disk 0 nya, jika di bagian kolom GPT ada tanda (*) bintang, maka partisi disk PC/laptop anda GPT, apabila tidak ada berarti partisi disk anda MBR.

Untuk Target system dan File system yang ada di Rufus biarin aja, karena akan menyesuaikan secara otomatis dengan partition scheme yang anda pilih, cluster size juga biarkan by default. Untuk Volume tabel by default juga gapapa.

Jika semua sudah sesuai, klik START di rufusnya

customize rufus

Kemudian klik Ok

Kemudian klik Ok lagi, lalu tunggu hingga proses pembuatan bootable windows nya selesai.

Jika sudah selesai seperti ini, anda bisa tutup aja aplikasi rufusnya, kemudian lanjut ke


Pengaturan BIOS / Boot Menu

Dari pengalaman pribadi saya menginstall ulang PC/laptop yang tersebar dipasaran, berikut ini saya berikan beberapa rangkuman cara masuk ke BIOS nya:

Brand LaptopTombol Masuk BIOSCatatan
AcerF2Pencet berulang saat laptop dinyalakan
ASUSF2 / DelGenerasi lama pake tombol Esc
LenovoF2 / Fn + F2Ada tombol Novo Button (lubang kecil)
HPF10Kadang juga tombol Esc
DellF2kalo tombol F12 untuk Boot Menu
MSIDelUmum di laptop gaming
SamsungF2
ToshibaF2Beberapa seri ada juga pake tombol Esc lalu F1
Sony VAIOF2 / AssistTombol Assist khusus
Microsoft SurfaceTahan Volume Up + tombol PowerLepas tombol Power saat logo muncul
Brand MotherboardTombol Masuk BIOSCatatan
ASUSDel / F2Tombol Del paling umum
MSIDel
GigabyteDel
ASRockDel / F2
BiostarDel
IntelF2Motherboard lama

Kalo sudah tau tombolnya sesuai PC/laptop kalian, lakukan restart ke PC/laptop anda yang akan di install ulang lalu masuk ke BIOS / Boot Menu.

Lanjut Setting Boot Priority nya

  • Atur flashdisk yang sudah berisi bootable tadi sebagai boot option #1/pertama
  • Untuk UEFI: pastikan USB bertipe UEFI

Jika di PC/laptop anda ada opsi:

  • Secure Boot → Disable saja (sementara)
  • Fast Boot → Disable juga

Jika sudah, pilih tombol shortcut untuk save configuration and exit lalu tekan yes.

Kenapa flashdisk bootable yang anda pake gak mau booting? saya kasih tau penyebab dan cara mengatasinya

Faktor paling utama disebabkan karena tidak dibuat dengan mode yang sesuai dengan UEFI (GPT) atau Legacy (MBR) di PC/laptop anda, coba cek apakah anda buat di mode UEFI tapi PC/laptopnya Legacy, begitupun sebaliknya. Solusinya buat bootable baru dan pastikan sudah sesuai dan benar.


Proses Install Windows

  • Silahkan anda atur beberapa pengaturan dasar seperti:

Bahasa, waktu negara yang dipilih dan settingan keyboard

  • Masukkan Product Key/Lisensi Windows jika anda memilikinya

Jika belum punya, klik saja (I don’t have a product key) bisa di skip terlebih dahulu.

  • Pilih Edisi Windows Yang Anda Pakai

Jika sudah, klik Next

  • Pilih Tipe Instalasi nya Custom: Install Windows only (advanced)
  • Kemudian pilih Partisi Drive C yang sudah anda rename tadi untuk meng-install ulang windows yang baru
  • Klik drive C nya, lalu pilih format/delete partition

Kenapa kok muncul error “Windows Cannot Be Installed to This Disk”?

Apabila anda mengalaminya, itu karena bootable yang anda buat GPT tapi PC/laptonya MBR, atau sebaliknya. Anda bisa pakai cara ini untuk mengatasinya

  • Buka Command Prompt Saat Installer Windows

Masih di layar pemilihan partisi Windows, tekan kombinasi tombol ini:
Shift + F10. Lalu Command Prompt akan terbuka.

  • Kemudian ketik perintah: diskpart

lalu tekan Enter

  • Lanjut ketik: list disk

Terus tekan Enter lagi

  • Pastikan kamu memilih SSD/HDD yang benar.

Biasanya: Disk 0: SSD / HDD utama, sedangkan Disk 1: Flashdisk installer

  • Pilih Disk Untuk Install Windows nya

Contoh: kalo windows mau diinstall ke Disk 0, ketik:
select disk 0
Terus tekan Enter
Kalo udah berhasil, bakal muncul notifikasi bahwa disk udah dipilih.

  • Hapus Semua Partisi (wajib untuk konversi disk)

Ketik: clean
Terus tekan Enter lagi

Catatan penting: Perintah ini akan menghapus seluruh partisi dan data di disk tersebut.

  • Konversikan Tipe Disk Sesuai Mode BIOS yang anda pakai (pilih salah satu)

Jika menggunakan UEFI (umumnya untuk PC/laptop modern)
Ketik: convert gpt
Terus tekan Enter

Kalo pake Legacy/CSM
Ketik: convert mbr
Terus tekan Enter

Pastikan mode BIOS dan tipe disk tidak tertukar.

  • Keluar dari DiskPart

Ketik: exit
Lalu tekan Enter
Kemudian tutup Command Prompt.

  • Jika proses format/konversi disk sudah selesai, klik lagi drive C nya lalu pilih Next
  • Kemudian klik Install
installing windows

Apabila sudah muncul tampilan countdown (hitungan mundur) untuk restart seperti dibawah ini, silahkan anda klik Restart now lalu cabut USB dan tunggu sampai masuk ke setup awal tampilan windowsnya.

restart pc

Setelah PC/laptop anda booting dan masuk ke tampilan desktop seperti dibawah ini, anda sudah berhasil mengikuti 90% cara install ulang yang saya berikan.

tampilan desktop

Tahapan yang Harus di Lakukan Setelah Berhasil Masuk ke Desktop

meng-install Driver untuk:

  • Chipset
  • LAN / WiFi
  • VGA
  • Audio

Menurut saya, jangan jadikan patokan utama untuk men-download driver dari penyedia pihak ke 3 seperti DriverPack Online ataupun software driver otomatis lainnya, pastikan anda mendownload dan menggunakan driver dari website resmi brand PC/laptop nya, alternatifnya boleh dipakai apabila dari website resmi sudah tidak ada.

  • Lakukan Windows Update

Jalankan update sampai tidak ada update yang tersisa, termasuk optional update juga (driver)

  • Aktivasi Windows nya juga

Cek nya di: Settings > Activation. Kalo belum aktif masukkan lisensi windows yang anda punya

  • Kemudian install Software yang anda butuhkan

Pengecekan Akhir

Anda bisa cek beberapa bagian ini:

  1. Cek di device manager pastikan tidak ada tanda seru berwarna kuning (peringatan)
  2. Tes speaker terdengar suara nya atau tidak

Jika semua sudah terasa aman dan normal, SELAMAT anda sudah berhasil menginstall windows di PC/laptop anda sendiri.

I'm bob, A expert technology enthusiast with a strong interest in knowledge development and lifelong learning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel terkait