

Uni Eropa (UE) kini sedang menyusun rencana penting untuk menghapus (phase-out) teknologi dan komponen dari pemasok dianggap berisiko tinggi (high-risk) di sejumlah sektor strategis. Tujuan utamanya adalah memperkuat keamanan siber, mendorong kedaulatan teknologi dan mengurangi ketergantungan pada pemasok yang dianggap rentan terhadap pengaruh asing atau potensi ancaman espionase.
Langkah ini muncul dari revisi yang diusulkan terhadap Cybersecurity Act UE, sebagai respons terhadap meningkatnya serangan siber, ransomware, dan kekhawatiran atas kontrol atas infrastruktur digital kritis.

Istilah high-risk dalam konteks kebijakan UE tidak merujuk pada teknologi tertentu secara eksplisit, tetapi pada pemasok dan komponen yang dianggap berpotensi membahayakan keamanan digital apabila digunakan secara luas dalam infrastruktur yang esensial.
Meskipun UE tidak menyebut negara atau perusahaan secara langsung, langkah ini banyak dipahami sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan teknologi dari pemasok yang selama ini sering menjadi sorotan keamanan, seperti yang sebelumnya diterapkan pada peralatan 5G tertentu.
Menurut proposal, langkah penghapusan teknologi high-risk akan diterapkan pada 18 sektor penting, termasuk:
Penghapusan bertahap ini bertujuan untuk melindungi rantai pasok teknologi dan ketahanan siber UE dengan lebih baik.
Pada proposal saat ini, operator jaringan telekomunikasi akan diberi waktu sekitar 36 bulan setelah daftar pemasok high-risk dirilis untuk menghapus komponen yang ditetapkan sebagai berisiko tinggi.
Komponen yang digunakan dalam jaringan tetap dan satelit akan masuk ke dalam jadwal fase-out terpisah tergantung pada kebutuhan keamanan dan evaluasi risiko setiap sektor.
EU menegaskan bahwa langkah ini bukan sentimen terhadap negara atau perusahaan tertentu, tetapi bagian dari upaya untuk:
Walaupun tujuan keamanan mendasari proposal tersebut, beberapa kritik sudah muncul, termasuk dari pemerintah luar UE. China secara khusus menyebut bahwa pembatasan terhadap pemasok tertentu tanpa bukti teknis yang jelas dapat dianggap sebagai praktik proteksionis.
Seruan untuk transparansi dan perlakuan non-diskriminatif juga datang dari pelaku industri yang khawatir aturan tersebut bisa merugikan persaingan bebas dan prinsip Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Pemutusan penggunaan teknologi high-risk di UE berpotensi memengaruhi banyak pihak:
Tidak. Proposal menyebut high-risk suppliers tanpa menyebut negara atau perusahaan secara spesifik, meskipun tindakan ini dipandang menyasar pemasok tertentu berdasarkan catatan keamanan mereka.
Ini berarti UE memberikan waktu bertahap (misalnya 36 bulan) untuk mengganti komponen berisiko tinggi dengan alternatif yang lebih aman.
Belum. Proposal masih harus disetujui oleh Parlemen Eropa dan negara anggota sebelum menjadi hukum yang mengikat.
Upaya Uni Eropa untuk menghapus teknologi high-risk di infrastruktur penting merupakan langkah signifikan dalam memperkuat keamanan digital dan kedaulatan teknologi. Pendekatan ini, meskipun menuai kontroversi, menunjukkan bahwa keamanan siber dan kontrol atas teknologi kritikal kini menjadi prioritas tinggi dalam kebijakan UE.
Langkah legislatif ini berpotensi mengubah lanskap industri teknologi global dan menyediakan kerangka kerja baru bagi banyak negara dalam menentukan bagaimana infrastruktur digital mereka dilindungi
I'm bob, A expert technology enthusiast with a strong interest in knowledge development and lifelong learning.